Showing posts sorted by relevance for query fmc-flight-management-computer. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query fmc-flight-management-computer. Sort by date Show all posts

Fmc | Flight Management Computer

Sistem komputer yg memakai basis data yg besar untuk memungkinkan memprogram rute penerbangan serta dimasukkan ke dalam sistem melalui pemuat data. Sistem ini terus memperbarui posisi pesawat terbang dengan mengacu pada alat bantu navigasi yg ada. Alat bantu yg paling sempurna dipilih secara otomatis dikala pembaruan info berlangsung.


Pesawat komersial serta bisnis modern disokong dengan Electronic Flight Instruments System (EFIS), menggantikan sistem konvensional serta display dek penerbangan. Dengan menerapkan Flight Management System (FMS) merupakan sistim Navigasi, Kinerja serta Operasi.


Flight Management System (FMS)
  ➤  Manajemen Penerbangan Komputer (FMC)
  ➤  Automatic Flight Control System (AFCS ) / Automatic Flight Guisertace System (AFGS)
  ➤  Sistem Navigasi Pesawat Terbang;
  ➤  Sistem Instrumen Penerbangan Elektronik (EFIS) / Instrumentasi Elektromekanik.

Sistim yg didesain untuk menyediakan data virtual serta harmoni operasional antara elemen tertutup serta terbuka yg terkait dengan penerbangan dari awal serta mesin pra-mesin, mendarat serta mematikan mesin.


Sistem Navigasi - Paket terpadu yg menghitung terus posisi pesawat.
Termasuk input.
  ➽  Multi-FunctionControl Display Unit (MCDU)
  ➽  Inertial Reference System (IRS)
  ➽  Global Positioning System (GPS)
  ➽  Satellite-Based Augmentation System (SBAS)
Selain receiver alat bantu berbasis darat.
  ➽  Non-Directional Beacon (NDB)
  ➽  Automatic Directional Finder (ADF)
  ➽  Very High Frequency Omnidirectional Range (VOR)
  ➽  Distance Measurement Equipment (DME)
  ➽  Instrument Landing System (ILS)

Dalam EFIS, tampilan input navigasi ididasarkan pada
  ➽  Attitude and Heading Reference System (AHRS).
  ➽  Air Data Inertial Reference Unit (ADIRU)




AFCS atau AFGS mendapatkan info dari sistem pesawat. Tergantung keadaan pesawat di bawah kendali Otomatis atau Manual,  Mode AFCS yg dibentuk oleh pilot akan secara otomatis bergerak serta mengendalikan permukaan kontrol pesawat atau menampilkan perintah Flight Director biar pilot mengikuti untuk mencapai status yg diinginkan.

Tampilan Status pesawat pada Electronic Flight Instruments System (EFIS) atau Conventiomal serta merupakan dampak pengendalian pesawat FMS pada prinsipnya terlihat.

Flight Management Computer

Diperkenalkan pada B737-200 Feb 1979 sebagai Performance Data Computer System (PDCS), Flight Management Computer (FMC) merupakan langkah maju teknologi yg besar. Smiths Industries (Lear Seigler) memasok semua FMC yg terpasang pada 737.

Pada B737-300 tahun 1984. Membuat database serta fungsi performanya tetap menambahkan Database Navigasi yg berinteraksi dengan Autopilot & Flight Director, Autothrottle serta IRS. Sistem terpadu dikenal Flight Management System (FMS).

FMC mempunyai Database Navigasi 96k Word, ( 1Word = 2Byte serta 1Byte = 16Bit Prosesor 16 bit). Menso 192k Word tahun 1988, 288 k Word tahun 1990, 1 Mega tahun 1992, kini mempunyai  4 Mega untuk 737-NG dengan Update 10.7.

Database Navigasi dipakai untuk menyimpan info rute yg autopilot akan terbang dikala berada dalam mode LNAV. Bila diberi data menyerupai ZFW & MACTOW, diperlukan masukan dari unit penjumlahan materi bakar untuk memberi bobot kotor serta berkecepatan terbaik untuk Pendakian, Perjalaan, Penurunan, Holding, Approach, Driftdown dll.

Kecepatan bisa diterbangkan oleh autopilot & Autothrottle dalam mode VNAV. Akan menghitung posisi pesawat menurut masukan dari pemutakhiran posisi IRS, GPS, Radio.

FMC Model 2907C1 - Memiliki Prosesor Motorola 68040 berjalan pada berkecepatan bus 60MHz (berkecepatan bus 30Mhz), dengan RAM statis 4Mb serta 32Mb untuk Program & Database.


FMC mempunyai 3 Database:
  ➽  Perangkat Lunak (OP PROGRAM)
  ➽  Basis Data Model / Engine (MEDB)
  ➽  Basis Data Navigasi (NDB)
Kesemuanya tersimpan pada kartu memori EEPROM.
Database ini semua bisa diperbarui melalui Data Loader.

MEDB  - Menyimpan semua data performa untuk berkecepatan V, berkecepatan min & max dalam pendakian, petampilanan & penurunan, konsumsi materi bakar, kemampuan ketinggian, dll.

NDB terdiri dari Permanen
  ➽  Supplemental (SUPP)
  ➽  Temporary (REF).
Database permanen tidak sanggup diubah oleh awak kapal.

Ada empat jenis data:
  ➽  Waypoint,
  ➽  Navaid,
  ➽  Airport and
  ➽  Runway
Data Pacu hanya dalam Database Permanen.

Pilihan untuk mempunyai hanya dibawa oleh operator ke wilayah udara MNPS (Oseanik). FMS didefinisikan mampu Area Navigasi 4 Dimensi (Baris Lintang, Bujur, Ketinggian & Waktu) sambil mengoptimalkan performa untuk mencapai penerbangan paling ekonomis.

Kapasitas Navigasi Database (NDB) menso duduk masalah serta menso Perhatian Implementasi Navigasi Basis Kinerja (PBN) alasannya yaitu banyak Prosedur Generasi berikutnya (NextGen) sesertag dikembangkan serta FMC tidak lagi mempunyai kapasitas untuk penambahan NDB,





Structure Of Flight Management System

Pilot-in-Command - Penerbangan memakai peralatan kontrol penerbangan dalam sejumlah besar. Informasi penting untuk pengendalian penerbangan serta keamanan kemudian lintas udara. Di udara pada tahap yg berbeda dari penerbangan, Pilot-in-Command memerlukan banyak sekali Informasi Aeronautika dari Sistem Navigasi yg berbeda secara mendasar.



Misalnya
Saat pendaratan, warta terpenting dari sistem pendaratan wacana penyimpangan dari jalur meluncur, serta selama panduan penerbangan En-Route oleh Beacon Navigasi Terestrial serta Navigasi Satelit. Sistem navigasi modern terlalu sulit untuk dipakai (Pilot harus meluangkan banyak waktu untuk menggunakannya).


Flight Management System (FMS) - Sistem komputerisasi yg membantu pilot untuk memantau serta mengelola sistem pesawat terbang untuk mendapat performa penerbangan yg aman. FMS melaksanakan semua operasi rutin teknis dengan sistem Pesawat yg dipakai dalam penerbangan, Memungkinkan pilot untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk mengendalikan penerbangan, daripada menyiapkan sistem.




















FMS - Komponen Fundamental dari Avionik pesawat modern. Sistem Komputer Khusus yg mengotomatisasi banyak sekali macam kiprah penerbangan, mengurangi beban kerja awak pesawat hingga pesawat modern tidak ada Insinyur Penerbangan atau Navigator.

FMS - Terdiri dari
 ➤ FMC (Flight Management Computer)
 ➤ MCDU (Multi-FunctionControl Display Unit)

EFIS (Electronic Flight Instrument System)
Informasi Flight Management System






































Navigation Aids

 ➤ ADF (Automatic Directional Finder)
 ➤ VOR (VHF Omnidirectional Range)
 ➤ DME (Distance Measurement Equipment)
 ➤ LRRA (Low Range Radio Altimeter)

Sattelite Navigation

 ➤ GPS (Global Positioning System)
 ➤ GNSS (Global Navigation Satellite Systems)
 ➤ WAAS (Wide Area Augmentation System)
 ➤ GBAS (Ground Based Augmentation System)
 ➤ SBAS (Satellite-Based Augmentation System)

 ➤ INS (Initial Navigation System)
 ➤ TCAS (Traffic Collision and Avoisertace System)
 ➤ GPWS (Ground Proximity and Warning System)
 ➤ SATCOM (Satellite Communications)
 ➤ CPDLC 
(Controller Pilot Data Link Communications)

Informasi lain FMS
 ➤ Lintasan jalur luncur yg disediakan oleh sistem pendaratan.
 ➤ Ketinggian, parameter berkecepatan dari sistem sinyal udara;
 ➤ Jumlah materi bakar dari sensor serta waktu yg tepat.

Data dibutuhkan untuk memantau penerbangan, melaksanakan perhitungan serta menampilkannya dalam format yg sempurna untuk memandu penerbangan utama serta tampilan Navigasi.

FMS Menyediakan
 ➤ Menampilkan warta aeronautika yg diperlukan
       Untuk uji coba dalam fase penerbangan tertentu melalui indikasi
 ➤ Mengubah frekuensi radio peralatan navigasi serta komunikasi
       Yang terhubung melalui unit kontrol peralatan komunikasi;
 ➤ Penerbitan penyimpangan dari nilai lintasan yg diberikan untuk uji coba otomatis
      Dan sistem warta untuk pengendalian mesin.




Flight Plan Programing With Fms

Mempercepat prosesnya, planning penerbangan harus diajukan pribadi dengan Stasiun Servis Penerbangan terdekat (FSS). Demi kenyamanan Anda, Flight Service Station (FSS) menawarkan Briefing Aeronautika serta Meteorologi sambil mendapatkan Rencana Penerbangan.


Dilakukan paling sedikit 30 menit sebelum asumsi waktu keberangkatan untuk mencegah kemungkinan penundaan dalam mendapatkan izin keberangkatan dari Air Traffic Control (ATC). Jika tidak, penundaan 30 menit tidak biasa dalam mendapatkan izin ATC alasannya ialah waktu yg dipakai untuk memproses data planning penerbangan

Memulai dengan menyidik apakah DATABASE Up to Date. Jika tidak, Update dengan menentukan update Data Load di Flight Management Computer (FMC). Memeriksa bahwa pedoman materi bakar serta faktor drag pesawat sesuai dengan Data Rencana Penerbangan.

  ➤  Memperbarui Posisi Flight Management System (FMS) dengan koordinat ketika Parkir.
  ➤  Selanjutnya  memasuki ketinggian jelajah, serta Cost Index.
  ➤  Melakukan siklus melalui halaman menambahkan ketinggian percepatan
        serta ketinggian akselerasi Engine Out.
  ➤  Memilih Landasan Pacu serta memberi tahu FMC bahwa landasan pacunya basah
        Jika perlu. pengkodean FMS - bab terpenting dari kiprah pilot sebelum lepas landas.

Untuk penyederhanaan dipakai pribadi dari keberangkatan ke bandara tujuan.
Situasi nyata, pilot memakai planning Penerbangan khusus meliputi keseluruhan rute.


  ➤  Memeriksa apakah halaman fix telah dibersihkan serta siap untuk memasukan data.
        Memasukkan beberapa perbaikan untuk membantu SID.
  ➤  Sampai ke halaman LEGS serta menyidik rute terhadap planning penerbangan,
         Memeriksa heading serta jaraknya sesuai.
  ➤  Pemrograman FMC LEGS telah menimbulkan pesawat terbang mengarah ke gunung
  ➤  Chek jarak total sesuai dengan total jarak yg kita harapkan.
  ➤  Masukkan arah serta berkecepatan angin yg diperkirakan pada ketika turun.
        Membantu FMC menghitung profil keturunan yg tepat.

Semakin banyak Data Angin yg diketahui FMC, Semakin akuratnya sanggup menghitung ETA yg benar pada titik arah serta tujuan. Program penerbangan singkat FMC - Memakan waktu sekitar 10 menit selama Pre-Flight dengan data komplemen dipadukan ketika Load-Sheet selesai sebelum keberangkatan.


Selain memprogram FMC, Mengatur halaman ACARS, masukkan nomor ID awak pilot serta katakan di daerah mana pilot melaksanakan lepas landas serta mendarat.

Cara ini perusahaan sanggup mengawasi bagaimana kelancaran instruksi kami berjalan. Jika melaksanakan Extended Operations (ETOPS), kita pun memasukkan ini ke dalam sistem serta perusahaan mendownload semuanya ke database mereka dari pesawat terbang.

Rute telah dijelaskan oleh daftar titik arah.
Untuk programing rute pribadi diharapkan data masukan sebagai berikut:

  ➽  Airport Title
  ➽ ICAO Code of the Airport
  ➽ IATA Code of the Airport
  ➽ Coordinates of Aircraft Location
  ➽ Information about Runways
  ➽ Operation Radio Frequencies.


Rencana Penerbangan - Maksud tertulis dari pilot ke Air Traffic Control (ATC) 
untuk rute yg mereka inginkan untuk terbang
  ➽  Rencana imemastikan mendapatkan tunjangan Search and Rescue (SAR) 
        Jika terso yg terburuk

Lima Jenis Rencana Penerbangan:
  ➽  Visual Flight Rules (VFR) Flight Plans
  ➽  Instrument Flight Rules (IFR) Flight Plans
  ➽  Composite Flight Plan
  ➽  Defense VFR Flight Plan
  ➽  International Flight Plan

Langkah Utama Program 
Flight Plan dalam Flight Managment System

  1.  Aktifkan simulator dengan menekan tombol «ON»

  2.  Tetapkan tanggal, waktu serta lokasi bandara.

  3.  Buat planning penerbangan baru:
     ➥  Buka hidangan pesawat terbang aktif («ACTIVE FPL») 
           Dengan menekan tombol «FPL» (dorong dua kali).
     ➥  Masukan bandara keberangkatan serta bandara tujuan
           (Penerbangan dianggap penerbangan pribadi dari titik kontrol terakhir dari skema
           keberangkatan pesawat ke titik masuk bandara tujuan).
     ➥  Pilih salah satu denah SID pesawat yg ada (ACTIVE FPL> DEPARTURE)
           serta landasan pacu kalau tidak diberikan.
           Titik kontrol SID akan muncul dalam planning penerbangan umum.
     ➥  Pilih salah satu STAR yg tersedia (ACTIVE FPL> ARRIVE)
           Titik kontrol STAR akan muncul dalam planning penerbangan umum.

  4.  Set up parameter pendekatan (ACTIVE FPL> APCH).
        Pilih landasan pacu, tipe serta titik masuk.

  5.  Atur parameter pada hidangan «NAV». 
       Tentukan bab pertama dari rute (tekan tombol «ENTER» tiga kali).
       Atur parametes di hidangan «VNAV».
       Masukkan ketinggian titik investigasi planning penerbangan yg OverFlight
       (gunakan nomor tingkat penerbangan atau kaki).

  6.  Buka hidangan «PLAN»
       Dan masukkan jumlah materi bakar di bagian
        PLAN> FUEL STATUS> REMAINING, PLAN> FUEL STATUS> RESERVE,
        Aircraft Weight PLAN> AIRCRAFT WEIGHT> BASIC OP WT
        Dan payload pesawat PLAN> AIRCRAFT WEIGHT> PAYLOAD

  7.  Jalankan pemodelan pesawat terbang sesuai dengan parameter yg dimasukkan.


Selamat Nikmati Penerbangan






Arinc 744 Full-Format Printer

Flight Management System (FMS) - Sistem Komputer Khusus yg mengotomatisasi aneka macam macam kiprah penerbangan, mengurangi beban kerja awak pesawat sampaipesawat sipil modern tidak lagi membawa Insinyur Penerbangan atau Navigator.


Dari kokpit, FMS biasanya dikontrol melalui
  ➽  Control Display Unit (CDU)
  ➽  Flight Management Computer (FMC)
  ➽  Printer

Yang menggabungkan tampilan kecil serta keyboard atau touchscreen.
FMS mengirimkan rencana penerbangan untuk ditampilkan ke
Electronic Flight Instrument System (EFIS)
  ➽  Primary Flight Display (PFD)
  ➽  Navigation Display (ND)


Honeywell-Mark III
Communications Management Unit (CMU)

  ➽  Multi-purpose Control Display Unit (MCDU)

Mark III CMU - Dikonfigurasi untuk berinteraksi dengan tiga perangkat tampilan sesuai ARINC 739. Perangkat menso MCDU standar yg kompak. Antarmuka standar pada semua Boeing / Airbus serta Jenis pesawat lainnya.


Mark III CMU - Mendukung kemampuan untuk menyajikan bermacam-macam secara bersamaan pada display yg berbeda, menawarkan fleksibilitas yg tinggi kepada awak pesawat.

  ➽  Flight Management Computer (FMC)

Mark III CMU - Dapat dikonfigurasi untuk berinteraksi melalui ARINC 429 berkecepatan rendah hingga dengan tiga FMIM yg terpasang ARINC 702 yg beroperasi sebagai sistem akhir.

Mark III CMU - Dikonfigurasikan secara alternatif untuk berinteraksi dengan tiga FMC ARINC 702A dengan berkecepatan tinggi ARINC 429.

Mark III CMU - Dapat mendapatkan Data siaran ARINC429 dari FMC. Data penyiaran ini menyediakan Data CMU dengan Data yg ditangkap di FIDB serta dipakai oleh HGI serta AMI

  ➽  Printer

Mark III CMU - Dapat berinteraksi dengan Printer ARINC 740 atau ARINC 744 Compliant yg sesuai via ARINC 429 berkecepatan rendah.

Termasuk printer Honeywell ARINC 740 serta pun vendor lain yg mendukung Spesifikasi ARINC740 / ARINC 744. ARINC 744A mendefinisikan antarmuka printer Ethernet.

Mark III CMU - Memiliki Port Ethernet yg tersedia namun memerlukan upgrade perangkat lunak untuk mendukung Printer ARINC 744A.

  ➽  Crew Alerts

CMU Mark III Menyediakan antarmuka yg dibutuhkan untuk mendukung peringatan aural serta visual serta anindikasi NO COMM


ARINC 744 Full-Format Printer

Standar Karakteristik Format Printer yg bisa mencetak hingga 132 huruf Data Alfanumerik serta / atau Semi-Grafis berukuran kertas berukuran 8,5 x 11 inci atau A4. Antarmuka peralatan yg berpartisipasi memakai Data bus ARINC 429. Secara Opsional bisa menghasilkan grafis hard copy dalam bentuk data titik terpusat.

Memberikan Panduan Desain umum serta spesifik untuk pengembangan printer. Ini menggambarkan kemampuan operasional yg diinginkan dari printer serta standar yg dibutuhkan untuk memastikan pertukaran.

Mendorong Produsen untuk memunitsi peralatan bebas perawatan serta berperforma tinggi daripada ukuran serta berat minimum. Bebas untuk mencapai tujuan dengan cara yg mereka anggap paling sesuai.

Bahan yg dipilih harus mempunyai kualitas komersial terbaik serta gampang didapat. Mikroelektronika serta teknologi dengan keandalan yg teruji harus diterapkan semaksimal mungkin.


ARINC744A-1 Full-Format Printer 
Dengan Kemampuan Grafis

Standar Karakteristik Format Printer penuh yg bisa mencetak Gambar Alfanumerik, Semi Grafis serta Grafis beresolusi tinggi pada kertas ukuran 8.5x11 inci atau A4. Printer kompatibel dengan Printer ARINC 744. Memiliki dua port Ethernet berberkecepatan tinggi dua arah.memfasilitasi perpindahan Data Mode Throughput serta Burst yg tinggi.

Karakteristik ini mengemukakan Spesifikasi pengguna untuk Printer Full-Format Generasi Kedua untuk dipakai pada pesawat angkutan komersial.

Printer bisa mencetak
➤ Gambar Alfanumerik
➤ Semi Grafis
➤ Grafis Beresolusi Tinggi

Di atas kertas Berukuran hingga delapan inci serta satu inci. Memberikan panduan desain umum serta spesifik untuk pengembangan Printer. Menggambarkan kemampuan operasional yg diinginkan serta standar yg diperlukan.






Afcs | Automatic Flight Control System

Sistem menyediakan Stabilisasi pesawat otomatis ihwal kapan Pitch, Roll, serta Yaw serta mengendali kan pesawat terbang dengan panduan selektif dari Radio, Heading, Komputer Manajemen Penerbangan, sertaInput komputer data udara. Sistem peredam pengoperasian kemudi Yaw untuk memperbaiki Osilasi Yaw Periodik (Dutch Roll).






















Automatic Flight Control Systems (AFCS)
Terdiri dari tiga sistem independen
  ➽  Digital Flight Control System (DFCS)
  ➽  Yaw Damper System (YDS)
  ➽  Autothrottle System (A/T)

Sistem dua sumbu (Pitch and Roll) - Yang mengoperasikan lift serta aileron untuk secara otomatis menjaga ketinggian, berkecepatan udara serta / atau mengarahkan pesawat ke lokasi yg ditunjuk serta melaksanakan pendaratan otomatis.

Fungsi Kontrol - Diterjemahkan ke dalam Flight Director penerbangan untuk ditampilkan pada indikator administrator perilaku pilot (ADI). Sehingga memperlihatkan perintah perilaku terbang pilot selama operasi manual atau membiarkan pilot memantau Operasi Autopilot. Pemangkas Stabilizer Otomatis mengurangi beban lift yg ditimbulkan terso akhir pembakaran materi bakar.

Sistem Autothrottle - Secara otomatis meyesuaikan berkecepatan udara yg dipilih atau Mach selama kondisi petampilanan serta mempertahankan pengaturan dorong mesin yg dipilih ketika menciptakan administrator penerbangan mengendalikan ketika lepas landas atau administrator pendaratan mengendalikan pendekatan pendaratan dengan mengarahkan tuas pelopor mesin.

Digital Flight Control System
(DFCS)

Menggabungkan dua saluran terpisah (A, B). Setiap saluran mengontrol Sumbu Pitch serta Roll serta memperlihatkan Trim Mach serta Kontrol Trim Kecepatan. Perintah Direktur penerbangan serta Logika Flag dihubungkan ke ADI Pilot (Sistem A) serta ADI Co-Pilot (Sistem B).

Kontrol DFCS pesawat terbang diaktifkan dengan menghubungkan tombol A atau B pada panel pilih mode DFCS. Bila pilihan dual channel, Saluran A serta B sanggup dilibatkan secara bersamaan ketika menciptakan Pendaratan Otomatis Gagal-Pasif.

Digital Flight Control System (DFCS)
  ➽  Flight Control Computer (FCC) 
  ➽  Attitude Director Indicator (ADI)
  ➽  Dua Aktuator Auto-Pilot

Panel mode pilih kontrol sistem Autopilot / Flight Director serta Sistem Autothrottle.
Unit perhiasan AFC (atau Integrated Access System Accessory Unit) serta Servo Trim Stabilizer Otomatis pun dipasang serta Spoiler Lift, Posisi Flap, serta Sensor Posisi Stabilizer.

Mach Trim System - Memberikan resposisi otomatis dari elevator sebagai fungsi dari nomor Mach. Saat pesawat masuk ke wilayah belahan Mach, lift direposisi untuk memperlihatkan netral gres ke arah atas yg sebanding dengan kenaikan Mach. Mach Trim System beroperasi dengan atau tanpa sistem autopilot yg terlibat.

Mach Trim System - Beroperasi bersamaan dengan unit kontrol daya hidrolik elevator serta stabilizer / elevator neutral shift mechanism. Setiap Komputer Kontrol Penerbangan (FCC) meliputi komputer trim Mach dengan beralih otomatis ke sistem lain jikalau terso kegagalan. Lihat Flight Controls, Elevator serta Tab Control System

Speed Trim System - Menggerakkan trim stabilizer untuk mempertahankan kontrol berkecepatan positif. Sistem mungkin diharapkan ketika lepas landas atau berputar-putar dengan berat kotor rendah, kecuali CG serta daya dorong tinggi. Sistem beroperasi ketika autopilot tidak terlibat, stabilizer tidak dipangkas, serta sakelar perpindahan kolom kontrol tidak tergerakkan.

Flight Control Computer (FCC) - Berisi Komputer Trim Kecepatan dengan pemantauan otomatis serta perpindahan otomatis antar sistem (bila tidak ada kesalahan). Pemantauan secara otomatis menentukan saluran operasional bila terso kegagalan saluran tunggal.

Peringatan Terputus Autopilot / Flight Director - Terdiri dari lampu peringatan autopilot serta operasi wailer bila fungsi autopilot tertentu tidak benar serta / atau Autopilot dilepaskan. Pitch serta / atau Roll Bar  ADI [EADI] bias di luar pansertagan serta / atau bendera administrator penerbangan (atau bendera komputer) bias terlihat sebagai indikasi malfungsi administrator penerbangan tertentu.

BOEING CONCEProdusen

Yaw Damper System

Full-Time, Series-Connected, Stability Augmentation System - Osilasi terpola pesawat terbang (Dutch Roll) dideteksi dengan sensor laju di komputer peredam yaw. Kemudi dipindahkan pada waktu yg sempurna untuk meredam Dutch Roll sebelum sanggup menghipnotis jalur penerbangan pesawat secara Signifikan.

Sistem Peredam serta Aktuator Yaw - Dihubungkan sedemikian rupa sehingga tidak ada umpan balik kemudi yg diterapkan pada pedal, sehingga memungkinkan sistem beroperasi secara Independen tanpa mengganggu perintah yg diprakarsai.

AIRBUS CONCEProdusen

Autothrottle System

Secara Otomatis memposisikan semua tuas dorong untuk mempertahankan tingkat dorong mesin yg dihitung ketika Take-Off atau Go-Around, serta berkecepatan udara FMC yg dipilih atau FMC (IAS atau Mach) selama petampilanan. Sistem menghitung serta mempertahankan berkecepatan udara yg kondusif selama memegang teladan serta manuver pendekatan awal.

Sistem Autothrottle pun menghambat tuas dorong selama pendaratan otomatis ketika menyala. Sistem autothrottle terdiri dari komputer yg mengoperasikan tuas dorong melalui servo terpadu.

AIRBUS CONCEProdusen
Flight Management Guisertace System



[  Approval of Automatic Flight Guisertace System  (4) - FAA